Kebocoran Data Andrew Tate University: 1 Juta Pengguna dan Chat Tersebar
Figur publik kontroversial Andrew Tate kembali menjadi pusat perhatian setelah platform online miliknya dilaporkan mengalami insiden kebocoran data. Data sensitif yang kini beredar luas di internet tersebut menyingkap aktivitas serta dinamika komunitas yang terbentuk di sekitar pemikiran sosok yang kerap mempromosikan narasi maskulinitas toksik tersebut.
Dalam data yang bocor ke publik, terungkap bahwa para anggota di dalam platform tersebut secara aktif mendiskusikan berbagai isu sosial yang memicu perdebatan. Beberapa topik utama yang kerap disuarakan pengguna antara lain keprihatinan terhadap agenda LGBTQ, teori konspirasi seputar the matrix, hingga pandangan mereka mengenai maraknya insiden penembakan massal.
Pihak peretas mengklaim bahwa aksi pembobolan ini didasari oleh motif hacktivism. Mereka juga melontarkan kritik pedas terhadap infrastruktur digital milik Tate dan menilai sistem keamanan situs tersebut “sangat lemah.”
Rekam Jejak Buruk Keamanan Platform Tate
Insiden peretasan ini memperpanjang catatan kelam terkait keamanan siber pada ekosistem digital Andrew Tate. Pasalnya, ini bukan kali pertama platform miliknya menjadi sasaran empuk kejahatan siber.
Pada awal tahun ini, kebocoran data berskala besar juga pernah mengekspos jutaan pesan pribadi dan informasi sensitif para pengguna. Skandal tersebut dipicu oleh konfigurasi database MongoDB berkapasitas 88 gigabyte yang memuat data dari 968.447 akun pengguna, yang terbiarkan terbuka tanpa perlindungan sejak 8 April 2024.
Rentetan kegagalan sistem yang terjadi secara berulang ini memicu keraguan publik mengenai tingkat komitmen pengelola platform dalam menjaga kerahasiaan data pengguna serta menghadirkan ruang digital yang aman.